Tampilkan postingan dengan label NotesFB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NotesFB. Tampilkan semua postingan
Thats why people said life begins at thirthy

Banyak yang bilang hidup kadang dimulai  ketika kau berusia 30 tahun. Dan banyak juga cerita sukses orang – orang di dunia ketika mereka menginjak usia yang relatif sudah tidak muda lagi ( 30 tahun keatas).  Tapi bukan faktor usia yang membuat seseorang baru menemukan minatnya, keinginannya atau mimpinya diusia tersebut. Aku lebih percaya bahwa faktor kematangan dan kedewasaanlah yang melatarbelakanginya.
Usia 30 tahun memang bukan usia yang muda lagi, tapi justru disinilah kuncinya. Mereka yang sudah berusia 30 tahun, kebanyakan telah sedikit banyak tahu pahit  getirnya hidup, sudah pernah merasakan jatuh bangun dalam kehidupan. Diusia ini, mereka mulai berfikir sedikit lebih serius dari sebelum dalam menatap masa depan. Mungkin benar sudah banyak waktu yang telah terbuang untuk kesenangan sesaat, hura-hura atau terlalu pasif dalam menghadapi hidup.

Diusia 30, seseorang seolah mengalami titik balik. Jika punya mimpi, belum terlambat untuk mewujudkannya. Jika punya cita-cita yang dulu sempat terabaikan karena terlalu sibuk mengurus rumah tangga atau terlalu santai memandang hidup, inilah saatnya meneruskan perjuangan.

Normalnya, wanita usia 30 tahun, sudah menikah, sudah punya buah hati yang dinanti, sudah punya suami yang menyayangi. Pada usia ini  sudah selesa fase- fase awal berumah tangga yang biasanya banyak menyita waktu, dari mengurus sikecil sampai adaptasi dlm kehidupan berumah tangga. Boleh dibilang, usia 30 keatas, kehidupan wanita khususnya sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Itulah sebabnya, semua ide- ide, harapan , mimpi, keinginan yang sebelumnya terpaksa ditepikan, muncul dan menyeruak  tanpa kita sadari.

So, kalau kita sudah memasuki periode tenang tersebut, inilah saatnya berkreasi, inilah saatnya melanjutkan mimpi, dan menggenggamnya kembali.

Berbahagialah mereka- mereka yang selalu  berlari mengejar mimpinya, atau mencari mimpi baru dan mewujudkannya. Ada banyak hal positif untuk mereka yang memulai mimpinya diusia ini. Mereka dewasa dalam berkreasi, mereka tahu apa yang harus dicari, pengalaman sudah memupuk mereka menjadi pejuang tangguh dan pribadi cerdas.  Mereka tak perlu meraba- raba lagi, mereka tahu apa yang mereka cari, mereka tak perlu takut lagi karena mereka sudah menjadi pribadi yang berani. Usia  bukan hanya mendewasakan mereka tapi juga memperkaya mereka.



Selamat bermimipi.. selamat berkreasi...


Alhamdulillah dari 110 naskah yang masuk, dan melewati eliminasi 1 dan 2, plus deg2kan nunggu hasil finalnya...
Huuray.. namaku ada di nomer pamungkas dan siap dibukukan.
Thank God.. its worth....
makin semangat.. untuk menulis lagi dan menulis lagi...

PENGUMUMAN FINAL CURCOL-1 'PENGAKUANKU'

Selamat pagi Sahabat Inspirasi-Ku semuanya… Gimana kabar sahabat, masih semangat berkarya kan?Yap.. bagus.. meskipun sahabat menemui sesuatu yang kadang tidak sesuai dengan harapan sahabat, semangat tidak boleh pudar. Seperti beberapa hari yang lalu, saya banyak mendengar keluhan begitu pengumuman eliminasi diposting. Beberapa nama yang muncul di situ langsung mengutarakan kekecewaannya. Bahkan ada yang menunjukkan sikap patah semangat. Jangan sahabat! Sebab pengumuman eliminasi kemarin itu ditujukan bukan untuk mematahkan semangat berkarya, tetapi justru sebaliknya.

Mengetahui tidak lolos lebih awal itu akan lebih baik karena kita menjadi tahu kualitas tulisan kita, di mana letak kekurangannya dan evaluasi kenapa panitia tidak memilih naskah kita. Bahkan bila perlu tanyakan kepada panitia kenapa naskah sahabat tidak lolos. Mungkin metode pengumuman seperti ini pula yang membuat minat mengikuti Curcol-2 terlihat berkurang (mudah-mudahan sih di hari terakhir DL naskah bisa membludak seperti Curcol-1). Saya salut dengan sahabat-sahabat yang begitu mengetahui naskahnya tidak lolos, langsung beraksi : merevisi dan mengirimkan naskahnya ke event lain yang mungkin temanya relevan, atau yang tidak mengisyaratkan tema tertentu. Kecewa mungkin ada, dan itu sangat manusiawi, tetapi mereka mampu mengendalikannya dan merubahnya menjadi peluang baru. Tidak menutup kemungkinan naskah sahabat lolos di event lainnya.

Coba bayangkan kalau pengumumannya baru muncul satu bulan kemudian dan kita tidak lolos? Sudah menunggu lama, naskah mau dimasukkan ke event lain pun mungkin ada yang terlewat DL. Nah, setelah proses Eliminasi I & II tersisa 40 naskah yang melalui tahap penggodogan. Terus terang berat sekali memilih dan memilah 40 naskah ini. Apalagi saya harus memilih 15 saja diantaranya untuk dijadikan naskah pilihan. Maka tahap awal saya pangkas menjadi 2 sehingga 20 naskah dieliminasi. Dan sisanya saya baca ulang beberapa kali karena saya harus memilih 3 pemenang, sekaligus menggeser 5 lagi untuk dieliminasi. Semakin berat!.

Sebelum saya sampaikan hasil akhirnya, saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada semua peserta yang berkenan berbagi rahasia yang mungkin selama ini sahabat pendam. Ini bisa jadi cukup berat, tetapi pada akhirnya bisa menjadi jalan untuk meringankan beban yang selama ini dipendam. Semoga saja begitu. Saya juga ingin menyampaikan bahwa tidak ada satupun naskah yang jelek. Semua naskah sangat inspiratif karena saya yakin ditulis dengan segenap hati dan perasaan. Apalagi beberapa naskah kaya akan metapora dan gaya bertutur yang puitis. Indah, dan sangat menakjubkan.

Tetapi, kembali, hanya 15 naskah saja yang harus diambil. Dan inilah para pemenang dan peserta yang lolos dalam CURCOL-1 ‘PENGAKUANKU’ ini :
 Pemenang 1    :    Fanny Y
 Pemenang 2   :    Muhammad Abdurrahman
 Pemenang 3   :    Petra Shandi

Dan 12 Peserta lainnya ialah :
1.  Apriliana Wakhidah
2. Emma Marlinah
3. Endah Tri Anomsari
4. Endang SSN
5. Erma Rostiana
6. Hermawan W Saputra
7. Nina Rahayu Nadea
8. Sukron jayadi
9. Tha Artha
10.Wahyu Susanto
11. Wirasatriaji
12.Yunita Hentika   

Selamat kepada para pemenang dan berikut hadiah yang bisa sahabat terima :
Hadiah Lomba : 
*   Juara 1 : Uang Tunai Rp. 50.000,- + Paket Buku (tdk bisa memilih) + Disc 30% pembelian di RBPI (maksimal 3 kali transaksi)
** 
Juara 2 : Paket Buku (tdk bisa memilih) + Disc 30% pembelian di RBPI (maksimal 3 kali transaksi)
*** Juara 3 : Paket Buku + Disc 30% pembelian di RBPI (maksimal 2 kali transaksi)*

12 FF pilihan lainnya mendapatkan discount 30% untuk pembelian di RBPI (maksimal 2 kali transaksi) Silakan Inbox alamat untuk pemenang 1-3 (dan nomor rekening untuk pemenang 1)Dan silakan manfaatkan voucher discount 30% belanja di RBPI (hanya untuk pemenang, tidak bisa diwakilkan dan dicairkan dalam bentuk uang) dengan masa berlaku s/d 30 Juni 2012 15 naskah ini akan digabung dan dibukukan dengan naskah pemenang Curcol 2 s/d 4.
Dan para pemenang masih bisa mengikuti edisi Curcol-curcol berikutnya.




Episode Rindu mengharu Biru

Ada perasaan nyeri yang sulit disingkirkan ketika bayangan kalian menyergapku tanpa  jeda.

Sepi, mungkin itulah yang bisa mewakili perasaanku saat ini. Seolah terkurung dalam sangkar yang mirisnya tlah kubangun sendiri. Bilakah rasa ini menemukan muaranya, tuk sekedar melepas beban yang melanda...?

Ah rasa, masih saja   perih setiap kali aku mengingatnya.
Gundah, mungkin itulah yang paling tepat menggambarkannya.

Teringat aku akan sebuah kisah, yang rasanya baru saja meninggalkan jejaknya, yang masih terasa  basah. Kisah ketika setangkup  bahagia menjadi bagian canda kita. Tak ada diksi, tak ada metafora, semuanya nyata. Bahagiaku melihat  wajah-wajah itu, wajah yang selalu mengirimkan sinyal rindu untuk segera bertemu. Ah, akankah  waktu kembali berbaik hati, mempertemukan kita kembali  dalam rasa yang terjaga, penuh cinta pastinya dan segera.

Tak sabar rasanya menunggu musim itu tiba,  musim dimana semua seakan berlomba kembali ke asalnya. Tak peduli betapa jauhnya, mereka pasti akan menemuinya. Sebuah tempat dimana masa kecil seolah penuh dengan tawa gembira, penuh kenangan indah, yang senantiasa membekas di indahnya jiwa.

Tunggu aku.... tunggu kami...
Bila waktu berbaik hati dan Allah meridhoi, rindu ini akan segera menemukan senyumnya.

Untuk Mami,  Papi, dan 4 adekku tersayang Ucin, Dedek, Pipit dan Ayu... u r my everything



Tak biasanya aku begini...

Terjebak dalam kenangan masa lalu  yang kukira telah padam.

Jangan salah menyangka, ini bukan urusan cinta, ini hanyalah sepenggal cerita yang sempat tertunda. Betapa ingin aku kembali ke masa itu, kembali mengulang seuntai cerita, yang hanya bisa kukenang setengahnya. Aku percaya kau punya kepingan itu untuk melengkapinya. Dan bila  saatnya tiba kita bisa tersenyum bahagia menikmatinya.

Ah masa lalu, mengapa lambaianmu selalu membuatku tersipu

Aku mencoba mengingatnya, tak ingin tergesa karena takut itu akan memadamkannya, ada percikan kecil yang coba kutangkap, tapi tak bisa... Aku hanya bisa melihatnya samar dan semakin menjauh..

Maukah kau berjanji, bila akhirnya takdir mempertemukan kita lagi, kau mau menemaniku merangkai kenangan itu. Aku tak ingin membuat kau marah, aku hanya menginginkan  akhir sebuah kisah. Aku tahu kau telah lama terbelenggu oleh kisah itu, bukankah sekarang saatnya kita membukanya bersama dan meletakkan kembali potongan yang salah kembali ketempatnya. Agar tak ada kecewa tak ada curiga apalagi amarah.

Duhai kau sahabat masa kecilku, tak sabar rasanya kita bertemu. Untuk menutup tahun tahun yang tlah lewat....
Ada elegi disetiap kisah, mungkin itu
pertanda bahwa antara kita memang istimewa, seistimewa persahabatan  kita dulu, ....




Tik tok tik tok...
Jarum jam bergerak pelan  seolah tanpa beban.

Aku masih disini, berusaha berkawan dengan senyapnya malam dan merengkuh kesunyian dalam diam.
Banyak cerita yang ingin kuurai, tapi tak satupun kata yang mampu terucap..aneh!

Kumulai dengan episode menulisku.. ada secercah harapan yang makin erat kugenggam, paling tidak aku semakin berani melanjutkan. Tak apa bila sebagian kalian meremehkanku, bagiku itu biasa. Tak penting bila kalian mencibirku, karena itu bukan lagi urusanku.

Hei,  masa lalu kau menyapaku dengan gemuruh, celotehmu penuh rindu... tak pernah aku sebahagia ini memaknai kenangan. 
Ada kerlip  indah setiap mengingatmu, dan sketsa itu meretas tajam dalam ingatan, bukan lagi bayang kabur, ia sudah membentuk sebuah wajah.. dan aku mengingatnya.

Esok kan berganti kisah,  aku akan menyiapkan diri untuk membuka lembaran baru di bulan yang baru...selamat tinggal Januari... maaf kau kutinggal untuk kujemput kembali di tahun mendatang,. Sekarang waktuku untuk menyambut harapan baru...

Untuk kau Februariku,
Kumohon, dekatkan indahmu, karena aku ingin memelukmu dalam senyum penuh harapan... aku sudah menyiapkan setangkup impian untuk kugenggam..
kau tak boleh pergi tanpa meninggalkan jejak...
Aku tlah berjanji untuk memknaimu dengan indah, lewat karya dan doa



 

Kadang bila jenuh, aku akan membaca, setidaknya itu bisa melenyapkan fikiran-fikiran negatif yang berputar tak terkendali di kepalaku. Sejenak itu membuatku lupa akan problema hidup yang tak kunjung surut dan mereda.

Hiruk pikuk keramaian dan bisingnya kendaraan kadang lebih nyaman kudengar ketimbang bisikan pelan tak jelas sumbernya yang berusaha mengoyak ketenangan dan emosiku. Ah dunia, memang tak kan indah warnanya bila yang kulihat hanya yang itu-itu saja. Aneh, bahkan dalam diam dia menghujam tanpa ampun. Betapa hebat makna dari sebuah kata.

Tak perlu mengepalkan tangan, tak perlu membulatkan mata atau memajukan bibir, deritanya lebih menyiksa. Aku hanya bisa berkata pelan “dasar nyinyir”. Lebih baik aku diam dan kembali menata hidupku sendiri daripada berkubang dendam yang tak kunjung selesai.

Aku bukan orang yang penyabar, tapi bila yang kuhadapai adalah  bayangan hitam yang tidak jelas wujudnya, mungkin lebih bijaksana bila aku tak ceroboh. Aku bahkan tak tahu maksud dan tujuannya, mungkin ini hanyalah pesan tak jelas yang sengaja dibuat untuk membuatku resah.

Seharusnya aku bangga, karena ternyata hidupku yang kukira sederhana dan biasa saja telah membuat paling tidak satu oknum tertarik luar biasa. Mungkin sebaiknya kubiarkan saja suara-suara tanpa jejak itu menyanyikan kicauannya. Mungkin  itu bisa membuat hidupnya yang sepi menjadi lebih berirama.

Tak apa, aku rela...



Buka Fb, dapet berita bagus, alhamdulillah, banyak event yang ketinggalan, tapi insyaAllah makin semangat mengejar. Aku nggak mau ketinggalan lagi... 
Dear Friends, doain yach.. bukunya cepat terbit.. lumayan bisa berkontribusi 2 cerita dalam buku ini. 

PENGUMUMAN PEMENANG CURCOL-2 'TERNYATA AKU MAMPU'
By Rumah Buku Pustaka Ilmu in Inspirasi-Ku ·  Edit Doc
Selamat pagi sahabat Inspirasi-Ku,

Wah sudah tidak sabar rupanya ya menunggu pengumuman pemenang Curcol-2?
Tenang.. tenang.. Hari ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, pemenang Curcol-2 akan diumumkan.

Tapi sebelumnya perlu saya sampaikan,  bahwa saya sangat terkesan dengan semua naskah curcol yang masuk. Kisah hidup yang penuh inspiratif. Di balik kekurangan dan segala keterbatasan ternyata hambatan sebesar apapun mampu dihadapi. Dengan penuh semangat dan keyakinan, sebuah keraguan ditepis hingga sirna dan berganti menjadi sebuah kesuksesan dan kebahagiaan.

Ya, ternyata Kita ‘Mampu’ jika  kita yakin dan percaya bisa melakukannya. Tuhan dan semesta akan menggiring dan menghantar kita pada sebuah titik pencapaian yang terbaik.

Dan inilah para pemenang yang lolos dalam CURCOL-2 ‘Ternyata Aku Mampu’ ini :

Pemenang 1       :               Binar Chandra – Wanita Penulis Kode
Pemenang 2       :               Awiek Libra – Liku Perjuanganku
Pemenang 3       :               Yunita Hentika – Doamu Membuatku Mampu

Dan 12 Peserta lainnya ialah :

1.  Dena Ambar Sary (Kubuktikan Bahwa Aku Mampu)

2. Ferawati (Menulis? Ternyata Aku pun Bisa)
3. Raihan El Fakhrie (Aku Mampu)
4. Susvika Desita Chaniago (Bermodal Kekuatan dan Perjuangan)
5. Marutha Kristian (Sepenggal Asa yang Terijabah)
6. Yoga Nurdiana Nugraha (Ternyata Aku Mampu Membuatnya Diam)
7. Dian Cahyani (Tiga Besar Untuk Si Anak Pedagang Bakso)
8. Inayah Adi Oktaviana (Ibu adalah Motivasi Terhebatku)
9. Wirasatriaji (Walau Tanpa Kemewahan)
10.Nina Rahayu Nadea (Sebuah Pengakuan)
11. Micka (Sabar Itu Indah)
12.Trya Puji Lestari (Bunda Semangatku!)









Cerita ini terinspirasi dari putriku Balqis.

Anakku  Balqis, putri yang sangat cerdas dan kritis. Selalu berusaha menampilkan emosi dan spontanitas tak terduga dari setiap kejadian yang ada.

Ada cerita lucu tentang seteko teh dingin yang disimpan di kulkas mini kami.

Setiap  pagi putriku selalu berangkat  sekolah bersama sang Ayah, wajar bila mereka sangat akrab, aku tak memungkiri kalau terkadang putriku seakan lebih dekat ke suamiku dibanding aku. Dan karena kesibukanku maka aku tidak bisa berbuat banyak. Ditengah rutinitasku yang padat, selalu kusempatkan untuk membuat seteko teh manis yang akan kusimpan di lemari pendingin. Aku selalu tak sabar menantikan mereka pulang dan berebut saling mendahului untuk menikmati segarnya teh manisku.

Pernah mereka bertanya ,” kenapa  tidak dibikin 2 teko aja Bun?”,
Aku menanggapi keluhan mereka dengan tersenyum sambil menambahkan “satu teko bisa untuk 4 gelas kan? “.Tapi suamiku membantah “Buktinya kami selalu rebutan, besok bikin 2 teko ya Bun... please”.
Aku melihat ekspresi  lucu mereka, tapi berusaha tak terkecoh kubilang  “aturannya 2 gelas perhari sudah lebih dari cukup, ntar kena Diabetes!!".

Dan akhirnya mereka tidak pernah protes lagi, sampai suatu malam  putriku Balqis berteriak marah sambil menudingkan jarinya kearah suamiku yang sedang mengambil minuman dari lemari es “ada pencuri teh !!! “.

Aku terkejut dan melihat kearah suamiku dengan pandangan bertanya, tapi raut muka suamiku malah lebih membingungkan, antar kaget dan mau tertawa.

“Ayah minum apa?“ aku bertanya pelan sambil melirik putriku yang masih menampakkan ekspresi marah.

“Minum teh Bun“, suamiku menjawab pelan sambil menghampiri putriku dengan satu tangan masih memegang  gelasnya.

Tapi ayah sudah minum 2 kali, kakak baru 1 kali, itu teh kakak!!!” putriku merebut teh di tangan suamiku sambil marah.

“Oooh..” kami menjawab serentak tak mampu menghilangkan keterkejutan kami, rupanya putriku sangat jeli, dia tahu kalu 1 teko dibagi 2 orang artinya masing masing mendapat 2 gelas, dan dia menganggap suamiku  mencuri tehnya karena sudah minum gelas ketiga. Akhirnya kami tertawa bersama dan Balqis juga  ikut tertawa..... ada ada saja.

Pelajaran buat kami,
  1. Jangan anggap remeh hitungan matematis anak usia 4 tahun,
  2. Jangan  mencoba curang dengan anak usia  4 tahun,
  3. JANGAN MENCURI 'teh'nya....
Copy dari Note FBku
 ·  ·  · Share · Delete



Malam semakin pasti mendekat. Aku tahu ini memang belum terlalu larut, tapi kesendirian ini membunuhku. Sejenak kupandangi malaikat malaikat kecilku yang biasanya berceloteh riang tak putus mencoba meminta perhatianku. Mereka telah larut dalam kisah lainnya, menjelajahi dunia mimpi yang mungkin belum sepenuhnya mereka  fahami. Keletihan tak terlihat diwajah itu, yang ada hanyalah kedamaian. 

Acara televisi seperti biasa tidak ada yang menarik, membosankankan. Tak ada teman bicara, tak seperti biasanya, malam ini aku larut dalam duniaku, mencoba membunuh rasa sepi yang tak kunjung pergi. Ah berapa lama lagikah Ia kan datang?.

Tak  ada kegiatan, pelan kucoba  mengikuti alunan detik jam yang berdetak pelan dengan dengan irama yang sudah begitu kukenal. Mataku terpejam, mencoba hanyut dalam keheningan, tak berhasil. Deru kendaraan diluar membuatku kembali menajamkan pendengaranku. Hatiku berdebar kencang, tapi tak ada langkah mendekat, tak ada ucapan salam, tak ada ketukan pelan dipintu putih itu. Dan kejenuhan ini semakin membunuhku.

Cepatlah pulang, karena aku  benci menunggu, menunggu dalam ketidakpastian, menunggu sendirian.

Copy dari Note FBku




Hari ini,  Jumat, Ayah dan Kakak  berangkat agak siang karena kakak nggak ada les nari dan les sempoa, jadi bisa sedikit nyantai. Rutinitas pagi dari mulai mencuci (pake mesin cuci), menyiapkan sarapan, menyiapkan air panas untuk mandi Kakak dan Adek (karena yang kebagian tugas memandikan adalah ayahnya..hehe). Trus menyapu, menyiapkan peralatan camping harian (istilah kami untuk kakak yang masuk tempat penitipan anak sepulang sekolah) terus pastinya nyuapin  dua-duanya. 

Tepat jam 7, terlihat mereka sudah ganteng dan cantik  semuanya. Dengan mata yang tak lepas dari layar televisi menyaksikan film kartun kesukaan mereka. Apalagi kalau bukan badut kotak berwarna kuning yang konyol abis SpongeBob Squarepants. Mereka juga  udah sarapan semua, dengan menu yang sama, bihun kuah mix telur, wortel dan tahu yang yummy... Alhamdulillah pagi ini mereka tidak terlalu rewel makannya, jadi cepat selesai.

Sekilas kulihat lantai udah bersih dan  cucian udah dijemur, hmm.. kucari kemana kira-kira si Ayah. Ternyata lagi sibuk dengan sepatunya yang berusaha dibikin sekinclong mungkin. Saatnya belanja sayur buat masak hari ini. Kutarik stroller merah  dipinggir sofa, kuangkat jagoanku dan kudorong dengan pelan menuju perempatan perumahan sekitar 100 meter dari rumah.

Nyampe di  Pak Sayur, kulihat beraneka macam sayuran segar menggoda iman, tapi pilihan ku jatuh pada  kantong plastik bening dengan bulatan bulatan coklat yang membuatku melonjak kecil. 
Huaaaah nemu jengkol, akhirnyaaa... cepat kuambil kantong itu sebelum ditarik ibu-ibu lain yang kelihatan masih bingung mau mengambil yang mana.  Hmm.. udah kebayang sambel jengkol super pedes yang nanti akan kubikin. Makasih Pak.. udah mempertemukan jengkol pesananku.

Sampai di rumah, kuceritakan pada suamiku, temuanku. Seperti kuduga suamiku tambah nggak sabar pengen tahu gimana rasanya jengkol. Maklum karena sering kuceritain dan dengar dari teman teman, suamiku jadi super penasaran dengan makanan satu ini. Dan aku juga  sebetulnya bukan penikmat jengkol, tapi pernah makan, karena di Sumatera. Makanan satu ini bukan aja jadi lauk tapi sering juga buat kudapan alias cemilan  haha..

Ah udah ah kok ngelantur, sekarang saatnya masak sambal jengkol atau kalau di Sumatera disebutnya "sambal jeghing" dengan di
alek yang agak susah ditiru ...

Copy dari Note FBku



Ada banyak nasehat bijak yang kudapat dari teman temanku yang hoby nulis , sampe yang udah jadi penulis beneran. Ada yang bilang kalo emang pengen nulis, ya cepetan nulis.. jangan ditunda. Iya deh sekarang aku nulis lagi nih, mumpung jagoan kecilku dah terlelap dalam bobo paginya dan putri cantikku  masih disibukkan dengan sekolah TKnya. 
Tapi mau nulis apaan yach...kok bingung jadinya???

Pernah nanya juga ma teman, " mbak kalo nulis tapi nggak tahu mau nulis apa, gimana dong? "
Si teman jawabnya gini nih.. " oh mungkin maksudnya lagi nggak ada inspirasi gitu ya?, sebenarnya kita bukannya nggak punya inspirasi atau ide dikepala, mungkin selangnya aja yang lagi mampet, dipancing dikit dikit ntar juga keluar ! ".
Aku yang tadinya bengong, makin bengong aja, kok nyampe ke selang ya, emang paralon atau PDAM kok nyambungnya ke selang mampet hehe. Tapi karena akunya smart dan pinter, aku tahu kok maksudnya temanku itu haha.

Pagi ini, karena lagi mampet, iseng aku cari catatan kecilku di lepi, ada cerita lucu tentang studytour waktu kuliah..hihi jadi geli kalo inget, btw, study tour kuliahku tahun berapaan yach? kok rasanya dah lama banget.. oh iya tahun 1999..huaaaah jadul seruuuuuuuuuuu!!!. 

Nah karena udah kupancing dikit selangku yang tadi lagi mampet, akhirnya muncul ide buat nulis cerita lucu ini, ceritanya sih pendek banget, tapi nggak papa, kan seperti di update statusku sebelumnya.."MENULISLAH WALAUPUN HANYA 1 BARIS MINIMAL UPDATE STATUS ATAU NGETWITT.. " hehe

Gini ceritanya, dulu pas aku kuliah di Gizi ( akademi Gizi Depkes ) yang katanya sekarang berubah nama jadi POltekes, karena gabung sama AKBID, AKG, AKPER, AKL dlll.. aku juga kurang tahu ada berapa kampus yang digabung, yang pasti lebih dari satu deh, ada program akhir tahun, sebelum kelulusan,  yang namanya studytour. kegiatannya sih jalan jalan biasa ke daerah lain dan karena kampusku di Yogya berhati nayaman, kami  semua setuju untuk nyambangi kampus Gizi di malang sekalian jalan jalan di agrowisatanya.

Kalo inget , dulu aku tuh centil banget, udah tahu jalannya nanjak,  dan pasti rada terjal dan berbatu ( kan yang dituju kebun apel ) dan daerah pegunungan, aku masih aja nekat dengan sandal 10  sentiku haha. Heit jangan mikir aku pake high heels ya...bukaaan!!!. Itu tuh  model sendal jaman dulu yang tinggi banget kayak dikasih ganjel kayu setebal 10 senti... udah kebayang dong.

Bareng teman2, aku PD aja ndaki  dan menapaki ladang apel dengan rute naik turun, meskipun kakiku sakit banget nyeret sandal 10 sentiku. Temen2ku dulu seingatku jilbaber semua, jadi emang aku dari dulu udah nyeleneh,  tapi mereka baik kok, meskipun berkali kali minta istirahat mereka nggak marah, dan berkali kali merka nyaranin aku ganti sendal, aku cuek aja, aku bilang " enak kok, nggak sakit, cuma agak berat aja, ngak papa kok, beneran !!! " aku menjawab sambil berusaha menampilkan ekspresi seceria mungkin.. agak lebay kalo inget haha.

Lepas dari keliling kebun apel dan ngubek ubek pasar Songgoriti, aku cepet cepet naik bis dan berusaha mengistirahatkan kakiku yang terlihat mulai lebam dan senut senut. teman teman masih  banyak yang belum balik ke bis, setelah setengah jam menunggu di dalam, aku mulai bosan. Kuajak teman yang kebetulan ada di bis untuk membeli mangga di dekat  bis kami parkir.

Temanku terlihat ogah ogahan dan bilang " kan tadi dah dibilangin, kalo mau beli buah di area belanja aja, ntar ketipu dan lebih mahal "  temanku mencoba mengurungkan niatku.
" aduh, udah keluar, masa kita harus masuk lagi cuma buat beli sekilo mangga? " aku berteriak pelan dengan muka cemberut berusaha mengintimidasi temanku supaya ikut. Akhirnya  nggak tahu karena males nanggepin kecerewetanku, atau mungkin dia juga tergoda melihat mangga yang dijual, kami akhirnya berangkat juga.

Nyampe di tempat penjual, kami langsung  melakukan penawaran karena harga yang disebutkan memang lumayan tinggi.
terjadi percakapan singkat dengan bapak penjual mangga,
Penjual : " ayo neng, jadi berapa kilo?, kok dari tadi nawar aja, nggak beli beli! "
Aku      : " manis nggak, kalo manis aku beli 2 kilo "
Penjual : " ya manis dong neng, kalo nggak manis, balikin lagi deh "
Aku       : " beneran ya pak, ya udah aku ambil 2 kilo "
Penjual : " nih, 16 ribu neng "
Aku       : " makasih pak" aku berdiri sambil menenteng 2 kilo mangga belanjaanku ke bis.

Nyampe di bis, nggak sabar, kupinjam pisau temanku dan buru buru mengupas mangga yang baru kubeli, kuberikan potongan pertama ke temanku, tapi ekspresi yang kulihat sungguh tidak sedap dipandang. Temanku memuntahkan mangga yang dimakannya sambil memonyongkan bibirnya denagn mata setengah terpejam."kenapa" tanyaku penasaran. "aseeeeeeeeeeeeeeeeeeeem buanget !!" temanku berteriak kencang tepat dimukaku.
"ah masa sih, penjualnya bilang manis kok, belinya aja mahal, 8 ribu sekilo, lidahmu kali yang salah !" aku nyerocos  tanpa henti, setengah nggak percaya dengan ucapan temanku.
" kalo nggak percaya, makan aja sendiri, niiiiiih!! " temanku mulai marah sambil menyodorkan potongan mangga ditangannya yang udah dimakan separuh.
" idih jorok, aku kupas sendiri aja " aku menyahut sambil memasukkan potongan mangga ditanganku kemulut.
Tidak samapai setengah detik, mataku sudah terpejam  dengan lidah yang nyaris keluar saking nggak tahannya dengan ras asem dimulutku.
" Gilaaaaa, asem banget!!!, kurang ajar, aku ketipu!!!"

Kali ini, aku bener bener marah sama penjual mangga itu, aku ngak rela ditipu mentah mentah sama penjual mangga itu. langsung kuseret kakiku yang  masih lebam dan berdenyut tak berhenti kerah timur bis tempat penjual mangga itu duduk.
Masih dengan nafas ngos ngosan, aku meletakkan mangga dikantong plastik hitam itu ditimbangan. Penjual yang berniat menimbang mangganya terpaksa berhenti, dan menengadah melihat kearahku yang berdiri dengan tangan dipinggang.
Aku : "  Mangganya asem pak, aku mau uangku kembali"
Penjual : " Loh, barang yang udah dibeli, tidak bisa dikembalikan neng "
Aku : " Tapi bapak bilang mangganya manis, eh ternyata asem, aku mau uangku kembali! "
penjual : " Aduh neng, baru ketipu 2 kilo aja udh segitu hebohnya, tuh lihat bapak beli 5 karung asem semua,jadi bapak juga ketipu 5 karung, kalo neng mau uangnya balik, tunggu uangnya bapak yang 5 karung balik dulu aja,ntar bapak kembaliin "
Aku : " haaaaa!!!!"
Jawaban bapak penjual mangga bener bener bikin perutku tambah mules, kakiku tambah sakit dn sekarang kepalaku ikut ikutan puyenggggg.... NASIIIIIIIB NASIIIIIB............

Copy dari Note FBku







Kemarin sore aku agak panik, setelah mengamati dengan teliti tubuh putraku Sachio, terlihat jelas di wajah, leher, kedua lengan dan dada muncul bercak-bercak merah merata yang membuat Sachio semakin kelihatan bulat. 

Upss kupanggil suamiku dan kusuruh mengamati, spontaan suamiku bilang "Oh Chio kena gabag Bun!". Aku melihat sekali lagi kearah anakku dan berkata  "itu bukan gabag yah, tapi campak !!!". Hmm.. pantas saja tiga hari yang lalu mendadak Sachio rewel dan panas tinggi sampai 38.1 derajat Celcius. 

Aku ingat, waktu itu, Chio langsung kuberikan parasetamol dan Alhamdulillah, panasnya turun. Hanya hari-hari selanjutnya, Chio agak rewel, makan sedikit susah. Untungnya minum susunya tetep ngejoss alias semangat. Baru tiga hari kemudian ruam merahnya muncul. 

Aku sedikit khawatir dengan keadaan anakku, tapi mengamati perkembangannya, memang Campak yang dideritanya tidak terlalu parah. Alhamdulillah Chio tidak diare, panas juga cuma sekali, tidak disertai infeksi sluran nafas,  flu atau muntah. InsyaAllah daya tahannya kuat. Aku pernah membaca kalau anak terserang campak tapi sudah pernah diimunisasi, biasanya gejalanya tidak akan terlalu berat. Dan Sachio usia 10 bulan sudah pernah imunisasi campak, bahkan di bulan november kemarin sempat diulang lagi ( di  pekan imunisasi campak nasional ).

Walaupun Sachio udah nggak panas, udah nggak rewel dan makannya udah banyak, minum susu juga tetap semangat, rencananya, nanti sore, saya mau periksakan Sachio ke rumah sakit. Make sure aja, ini beneran campak dan sekalian minta langkah preventive biar tidak ada gejala tambahan dan dapat menanganinya dengan baik..

Cepat sembuh Sachio sayang.. IsyaAllah kalo udah kena sekarang, besok-besok nggak akan kena lagi. Aamiin..


APA ITU CAMPAK

Penyakit Campak adalah satu penyakit berjangkit. Campak (Rubeola, Campak 9 hari) atau dikenal dengan sebutan Gabagen (dalam bahasa Jawa); atau Kerumut (dalam bahasa Banjar). Dalam istilah medisnya disebut juga dengan Morbili, Measles.


PENYEBABNYA ADALAH VIRUS

Penyakit campak/measles disebabkan oleh virus Morbili. Pada tahun 60-an, di Amerika campak merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian 400 balita setiap tahunnya. Gejala campak memang agak sulit dideteksi secara dini. Karena, gejala campak, seperti batuk, pilek, dan demam, menurut Sri, hampir sama dengan penyakit flu biasa. "Padahal, campak merupakan penyakit infeksi yang berbahaya." Bahkan, gejala munculnya bercak merah di kulit pun hampir mirip dengan karena keracunan obat atau alergi karena dingin.

Gejala awal penyakit campak ini dimulai dengan adanya batuk-batuk. Lalu, 1-2 hari kemudian timbul demam yang tinggi dan turun naik berkisar antara 38-40 derajat, selama lima hari. Biasanya dibarengi dengan mata merah dan seperti berair.

Pada saat itu pula, biasanya muncul bintik putih seperti Koplik spot di sebelah dalam mulut. Dan ini biasanya akan bertahan 3-4 hari. Kadang-kadang juga disertai dengan munculnya diare. Memasuki hari kelima demamnya akan tinggi sekali. "Pada waktu itulah, bercak merah mulai keluar."

Bercak merah campak berbeda dengan bercak biang keringat, misalnya. Karena, biang keringat tidak dibarengi dengan demam. Bercak-bercak merah ini muncul secara bertahap dan merambat. Lokasi "khusus" ini biasanya muncul pertama kali di belakang kuping, leher, dada ke bawah, tangan, kaki lalu ke muka.

Jadi, terang Sri, bercak-bercak merah ini tak sekaligus muncul ke seluruh tubuh. Perlu waktu, biasanya seminggu barulah memenuhi seluruh tubuh. Tetapi, jika daya tahan tubuh anak cukup bagus bercak merahnya tak terlalu menyebar atau tak terlalu penuh. Umumnya jika bercak merah ini sudah keluar, demamnya akan turun dengan sendirinya. Usai itu, kulit kemudian menjadi hitam bersisik, kira-kira selama 2 minggu. Timbul warna kehitaman itu merupakan periode penyembuhan. Lama-lama tanda hitam itu akan rontok, hilang atau sembuh dengan sendirinya.

Yang jelas, bercak-bercak merah ini menimbulkan gatal luar biasa. Yang dikhawatirkan, kata Sri, timbul infeksi karena anak menggaruk dengan tangan yang tidak bersih. Infeksi ini muncul seperti bisul-bisul kecil bernanah. Ditambah lagi kebiasaan yang tidak benar dari para ibu ini, yang tidak memandikan anak yang sedang terkena campak. "Padahal anak yang campak, bila panasnya sudah turun tetap harus dimandikan," tandas Sri. Minimal, dilap handuk basah untuk membersihkan keringatnya. Dan, usahakan untuk menggunakan sabun bayi yang tak terlalu merangsang kulit atau yang tak terlalu keras. Gosoklah seluruh bagian tubuhnya seperti biasa, asal tidak terlalu keras. Justru, bila anak tak dimandikan, anak akan berkeringat dan tentu rasanya lebih gatal lagi. "Dengan mandi anak akan merasa nyaman. Nah, untuk mengurangi rasa gatalnya, sehabis mandi bisa dibedaki dengan salycyl talc," papar Sri.


KOMPLIKASI

"Yang terang, disebut campak apabila demam itu berlanjut dengan timbulnya bercak-bercak merah. Kita sering salah kaprah, bila anak demam tinggi dan tidak mengeluarkan bercak-bercak merah, menandakan bahwa campaknya tidak keluar. "Tanpa bercak merah, kendati demamnya tinggi, namanya bukan campak."

Anak yang terkena campak ini tergolong sakit berat. Paling tidak menghabiskan waktu sakit selama tiga minggu. Dan campak ini juga dikategorikan atas ringan dan berat. Disebut ringan, kata Sri, apabila setelah keluar campak, demamnya akan turun. "Sedangkan campak yang berat bila sampai ada komplikasinya. Komplikasi itu bisa terjadi disepanjang berlangsung penyakitnya," jelas Sri. Komplikasi terberat bisa sampai menimbulkan kematian. Radang paru (pneumonia) merupakan komplikasi yang paling sering mengakibatkan kematian pada anak.

Komplikasi ini bisa terjadi karena virus Morbilli bisa menyebar melalui aliran darah ke mana-mana. Selain ke kulit, ke selaput lendir hidung, mulut, pencernaan. Bahkan bila virus itu masuk ke daerah otak bisa menimbulkan kejang-kejang, kesadaran menurun/ensefalopati.

Bila ke daerah pencernaan bisa menimbulkan diare atau muntah-muntah sehingga anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Selain itu karena ada sariawan juga membuatnya perih dan tak mau makan. "Umumnya campak yang berat ini terjadi pada anak yang gizinya buruk," ujar Sri.

Perlu diketahui, campak ditularkan lewat udara yang terhisap melalui hidung atau mulut. Karena penularannya terjadi langsung, penyakit campak menular begitu cepat. Penularan sudah berlangsung 1-2 hari sebelum keluarnya bercak-bercak merah. Karena itu, anak yang campak harus diisolasi agar tidak menularkan pada anak yang lain. Ia pun perlu mendapat istirahat yang cukup. Kemudian, makan bergizi.


PENANGANAN CAMPAK

Anak yang diduga terkena campak harus dipastikan dulu apakah betul-betul campak atau bukan. Bila diagnosis sudah ditegakkan, dan tak ada komplikasi, anak cukup dirawat di rumah. "Tetapi, bila sampai terjadi komplikasi harus dirawat di rumah sakit."

Yang terang, bila campak tak diobati akan berbahaya karena dampaknya yang bisa bermacam-macam tadi. Anak pun akan rewel, sulit minum, tak bisa tidur, bisa kejang, kekurangan cairan, sesak nafas dan sebagainya. "Jadi jangan punya anggapan bahwa campak didiamkanpun tak apa-apa. Karena ini termasuk penyakit berat," tandas Sri.

Dan, pengobatan campak dilakukan untuk mengobati gejalanya. Hal ini disebabkan karena penyebab campak adalah virus. "Jadi, bukan mematikan virusnya. Karena begitu gejala penyakitnya timbul virusnya sendiri sudah tak ada," jelas Sri. Jadi, anak akan diberi obat penurun panas untuk demam, obat sariawan untuk sariawan (bila ada), dan obat diare untuk mengatasi diarenya. Dan obat batuk untuk mengobati batuknya. Lalu disiapkan pula obat anti kejang bila anak punya bakat kejang.

Sebaiknya anak berpantang makanan yang merangsang batuk, seperti goreng-gorengan, permen dan coklat. Selain itu, berilah anak makanan yang mudah dicerna.

Umumnya bila anak terkena campak akan rentan sehingga mudah sekali terkena penyakit lain. Misalnya bila di sekitarnya ada yang flu, radang tenggorokan atau bahkan TBC, maka diapun bisa terkena. Biasanya masa rentan ini berlangsung sebulan setelah sembuh.


IMUNISASI

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya timbulnya campak pada anak?

Untuk diketahui, semua penyakit virus itu bersifat endemis. Artinya penyakit itu tidak mengenal musim, karena bisa muncul sepanjang tahun. Karena itu, pencegahan dilakukan hanya dengan imunisasi campak. "Imunisasi pertama dilakukan pada usia antara 6-9 bulan. Lalu diulang pada usia 5-6 tahun atau ketika sekolah TK atau SD kelas satu."

Vaksin campak ini tergolong ringan sekali, tak ada efeknya. Cuma biasanya setelah satu minggu, badan agak hangat dan adakalanya diare. "Tapi, vaksin ini lebih ringan daripada vaksin DPT."

Karena umumnya campak banyak menyerang anak usia balita, itulah mengapa imunisasi diberikan di bawah usia setahun. Karena itu bila dalam satu keluarga, misalnya kakaknya yang usia TK terkena campak, lalu ada adiknya yang masih bayi, orang tua harus ekstra hati-hati. "Jika adiknya belum diimunisasi akan berbahaya sekali. Sebaiknya kakak atau adiknya dipisahkan dari rumah, misalnya dititipkan atau tinggal sementara di rumah nenek atau saudara lainnya," saran Sri.

Kemudian, lakukan pemantauan terhadap si adik selama kurang lebih tiga minggu, apakah tertular atau tidak. Bila adiknya tak terkena dalam waktu itu, segera berikan imunisasi. "Tapi, bila yang terjadi dalam waktu 3 minggu itu adiknya terkena campak, tak perlu diimunisasi tapi harus diobati." Hal ini disebabkan, lanjut Sri, vaksin imunisasi merupakan virus yang hidup tapi dilemahkan. Jadi, kalau sudah tertular virus dalam badannya maka jangan diberikan lagi.

Anak yang sudah mendapatkan imunisasi diharapkan tak terkena campak. Karena sudah ada imunnya. Kalau toh terkena tak akan sampai berat. Perlu diingat, "Seorang anak akan terkena campak sekali seumur hidup. Kalau dikatakan sampai 2-3 kali terkena campak, itu salah, berarti diagnosisnya tak betul," kata Sri.

Dan bila masa kecilnya tak terkena campak bisa saja terkena di usia setelah besar. Kecuali bila daya tahan tubuhnya kuat, ada kemungkinan tidak terkena.

Nah, sudah lebih jelas kan, Bu, Pak. Jadi, tidak panik lagi, ya.
(Dedeh kurniasih.(nakita))


MERAWAT ANAK CAMPAK


Bila anak tak perlu dirawat di rumah sakit, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua tatkala merawat anak campak, diantaranya:


* Isolasi

Anak campak perlu diisolasi, karena akan mudah menularkan pada yang lain. Terutama bila ada saudaranya yang masih bayi. Apalagi bila dia belum mendapat imunisasi campak. Pisahkan mereka. Atau, untuk sementara, bayi Anda mengungsi dulu ke rumah nenek atau saudara lain.


* Peralatan Khusus

Untuk sementara waktu, selama sakit dan pemulihan, siapkan peralatan khusus untuk si penderita. Misalnya, piring, gelas, sendok, handuk, dan sebagainya. Ini untuk menghindrai penularan lewat kontak tak langsung.


* Pengobatan yang Benar

Beri anak pengobatan yang selayaknya. Tentu saja atas konsultasi dan resep dokter. Sehingga Anda bisa memberikan pengobatan yang tepat.


* Jaga Kebersihan

Kendati dia sedang sakit, apabila sudah tidak panas, Anda tetap perlu memandikannya. Agar si anak tetap merasa segar dan untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan.



===
ARTIKEL LAIN 

Campak adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, lemas, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan bintik merah di kulit (ruam kulit).

Penyebab

Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus).
Virus ini terdapat dalam darah dan sekret (cairan) nasofaring (jaringan antara tenggorokan dan hidung) pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.

Cara penularan melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup percikan ludah (droplet) dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita morbili/campak.
Artinya, seseorang dapat tertular Campak bila menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau di mana saja. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).

Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:
• bayi berumur lebih dari 1 tahun
• bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
• remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.


Gejala

Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari (referensi lain menyebutkan sekitar 10-20 hari, 2-5 hari) setelah terinfeksi, yaitu berupa:
- nyeri tenggorokan
- sariawan
- hidung meler
- batuk
- nyeri otot
- demam
- mata merah
- fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau).
Namun, gejala ini tidak semuanya terjadai pada tiap penderita tergantung dari stamina masing-masing.


Gejala klinis dibagi menjadi 3 stadium, yakni:
• Stadium awal (prodromal)
• Stadium timbulnya bercak (erupsi)
• Stadium masa penyembuhan (konvalesen)


Stadium awal (prodromal)
Pada umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan: panas, lemas (malaise), nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza.
Namun diagnosa ke arah Morbili dapat dibuat bila 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik).di dinding pipi bagian dalam (mukosa bukalis) dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.


Stadium timbulnya bercak (erupsi)

Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul terjadi sekitar 2-5 hari setelah stadium awal. Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga.
Kadang disertai diare dan muntah.
Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi.


Komplikasi

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Namun komplikasi dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penyakit Campak. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
2.Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga       
pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3. Ensefalitis (radang otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.
4. Bronkopnemonia (infeksi saluran napas)
5. Otitis Media (infeksi telinga)
6. Laringitis (infeksi laring)
7. Diare
8. Kejang Demam (step)


Diagnosa

Untuk mendiagnosa dapat dilakukan dengan:
• Secara klinis, yakni berdasarkan riwayat timbulnya penyakit (anamnesa) dan  pemeriksaan fisik (physic diagnostic) seperti berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.
• Pemeriksaan Penunjang, antara lain: pemeriksaan darah, serologis dan biakan virus (mahal).

Diagnosa Banding
Artinya, kemungkinan penyakit lain yang mirip dengan Campak, diantaranya:
• German measles
• Eksantema subitum
• Infeksi virus lain
• Infeksi Stafilokokus, dan lain-lain.


Pengobatan

Sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk campak.

Ada dua cara pengobatannya. Untuk Campak dalam kondisi yang tidak berbahaya, cukup dengan:
• Rawat jalan
• Cukup mengkonsumsi cairan dan kalori
• Pengobatan simptomatis, artinya mengurangi gejalanya saja, semisal: obat penurun panas (parasetamol / asetaminofen), obat batuk, dan lainnya. Yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum.
• Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotic.

Dalam kondisi yang lebih akut sebaiknya:
Perlu rawat inap (opname)
Penatalaksanaan sesuai Standard Operational Procedure (sop) atau Prosedur Tetap.
Yang ini Pre Memori aja ya. (PM)

Copy dari Note FBku



Total Tayangan Halaman

Popular Posts

www.penulistangguh.com. Diberdayakan oleh Blogger.