Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLASJika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABARJika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mataSeorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulitBiarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSANKetika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASANKetika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHANKetika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHANKetika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….Tetap sabar….Tetap tersenyum…..Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamananMEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

[Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan"]



Sedih bacanya....
Nggak kebayang sedihnya...
Semoga aku senantiasa bisa bersabar dan  berbakti kepada Mami Papi...aamiin
Dan semoga kelak putra putriku bisa bersabar menghadapiku ketika aku tlah tua dan tergantung pada mereka..aamiin

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.


Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur..
Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.





Hidup itu sederhana, nggak perlu dibikin ribet alias njelimet....
Kalau saya baca cerita ini, sedikit menyindir kaum ilmuwan atau expert di masing masing bidang yang disini diwakili profesi Professor. Kadang karena terlalu ingin memahami dan mendalami suatu bidang, kita lupa pelajaran - pelajarn sederhana yang kadang tak kalah pentingnya bagi kita.
Selamat membaca... selamat merenung...

Ada kisah mengenai pelaut tua dan seorang professor. Ini terjadi di zaman ketika orang orang masih bepergian dari satu Negara ke Negara lain menggunakan kapal laut, sebelum era penerbangan murah seperti zaman sekarang. Profesor ini hendak pergi dari Sidney ke San fransisco utk memberikan kuliah tamu.

Pada malam pertama di atas kapal, usai bertolak dari Sydney, Profesor barusan mendapat makan malam luar biasa menyenangkan di aula perjamuan, lalu ia pergi ke dek untuk menghirup udara segar laut. Ketika berjalan di dek, ia melihat seorang pelaut tua yg tengah bersandar di pinggiran kapal, menatap ke samudra di bawahnya.

Ia memutuskan untuk bercakap cakap dgn pelaut ini, karena meski kelihatannya pekerjaan sebagai pelaut ini sederhana, namun pria ini pasti telah mengarungi samudra selama waktu yg sangat lama. Pasti ia telah mempelajari sesuatu yg berguna. Professor selalu ingin meningkatkan limpahan pengetahuannya yang ia pikir sebagai makna hidupnya. Ia menghampiri pelaut itu dan berkata,” Pak tua, sudah berapa lama Anda melaut?”

Pelaut menjawab,” Sejak masih bocah, sekitar umur tiga belas,” Luar biasa!” kata Profesor,”Anda pasti tahu bahwa di lautan yg kita arungi ini ada begitu banyak kehidupan. Sebagai pelaut yg telah banyak makan asam garam, Anda pasti pakar dalam ilmu biologi kelautan, mengenai semua hewan yg menggantungkan hidupnya pada samudra di bawah kita ini, berikut semua arus dan terumbu karangnya. Mari kita berbincang mengenai oceanologi, ilmu kelautan.”
Pelaut bingung,” Haa? Emang laut ada ilmunya?
Apa?! “seru professor,” bertahun tahun di laut ANda tidak pernah membaca buku atau belajar mengenai isi samudra di bawah Anda?”
“Nggak lho” kata pelaut.”Anda sudah menyia nyiakan waktu Anda!” tukas professor seraya melangkah pergi dgn rasa kesal pada pria tua ini yang telah menghabiskan hidupnya di samudera tanpa pernah mempelajari mengenainya..

Besok malamnya, professor mendapat makan malam yg sangat lezat lagi sehingga hatinya sangat baik. Jadi ketika ia berjalan di dek utk kedua kalinya, lagi lagi si pelaut tua sedang berjaga di sana. Kali ini si pelaut sedang memandangi bintang bintang.
Kebetulan pula bahwa ini pun salah satu hobi professor : astronomi. Ia berpikir,”Ah , sudahlah. Pria tua malang ini mungkin tidak tahu banyak mengenai oceanologi, namun ia pasti tahu mengenai astronomi.: di zaman sebelum ada GPS, begitulah cara kita mengarungi lautan tanpa tersesat- dengan panduan bintang. Maka ia mendekati pelaut tua itu,” saya minta maaf soal kemarin malam. Anda mungkin tidak banyak tahu mengenai oceanologi, namun berani taruhan Anda pasti tahu mengenai astronomi, yg kebetulan hobi saya juga. Coba lihat rasi bintang Beruang Besar disana!
Pelaut itu terkesiap,”Beruang Besar apaan?” Itu! Bintang itu… di langit utara sana!” tunjuk professor,” Anda pasti tahu astronomi, itu kan yg memandu arah kapal kita!”Pelaut bingung,”Saya tidak tahu Anda omong apa.Kapten yg tahu soal beginian, bukan saya.”Apa?! lengking Profesor,”Bertahun tahun di laut, melihat langit di atas, Anda tidak pernah peduli belajar astronomi? Anda menyia nyiakan hidup saja !” Profesor pun melangkah dengan muak.

Pada malam ketiga, koki membuat makan malam yg luar biasa lezat, sehingga membuat suasana hati professor itu begitu nyaman. Ketika ia pergi ke dek, malam itu begitu indah, udara laut sepoi, semerbak, segar, sampai professor membatin,” Ya, sudahlah, aku akan memberinya kesempatan lagi.” Rupanya ia adalah professor di bidang meteorologi.
Ia menyadari bahwa para pelaut mungkin tidak tahu soal ilmu kelautan atau ilmu perbintangan, namun mereka pasti tahu soal cuaca. Sebab cuaca meliputi pola dan tenaga angin yang mendorong kapal, serta mengenai badai yang bisa menenggelamkan kapal, jadi cuaca pasti mutlak dipahami pelaut tua ini.
Ia menghampirinya dan berkata,” Maafkan saya. Sungguh saya minta maaf. Perangai saya jelek sekalu dua malam terakhir ini. Saya telah salah menilai Anda. Anda mungkin tak tahu menahu soal oceanologi atau astronomi, tapi saya yakin Anda pasti tahu soal meteorology, mengenai angin, cuaca yang bisa menghancurkan atau mendorong kapal ini ke tujuan.”
“meteor apa?! Kata pelaut.”Angin dan badai..” curiga professor.”saya tidak tahu apa apa. Saya Cuma pelaut biasa.” Ujar pelaut dengan lugunya. Murkalah professor,”Apaaaa?! Tolol! Dungu!Begoo! Bertahun tahun di laut! Betapa sia sianya! Kau sia siakan seluruh hidupmu! Profesor pergi dan bersumpah tak akan pernah bicara dengan orang bodoh itu lagi.

Malam keempat di laut, ia tidak hadir ke aula perjamuan untuk makan malam karena malam itu samudra mengamuk. Professor mabuk laut, menaruh apa pun dalam perutnya hanya akan langsung keluar lagi, jadi ia istirahat saja dalam kabinnya.

Malam makin larut, badai makin parah. Ia sampai bisa merasakan kapal makin bergoyang. Ia bisa merasakan gelombang laut menampar kapal dari jendela kabin. Sungguh cuaca malam itu sangat buruk. Ketika badai mencapai puncaknya pada tengah malam. Ia mendengar suara tabrakan, dentuman besar! Ia merasa takut. Setelah bunyi keras itu, sesaat hanya ada keheningan, diikuti suara orang berlarian dan kegaduhan di luar pintu kabinnya. Panik, ia membuka pintu dan coba tebak siapa yang sedang berlari di luar sana?
Si pelaut tua. Si pelaut tua itu berhenti sesaat, berpaling kearah professor dan berkata,”Pak professor, selama bertahun tahun Anda hidup, pernahkah Anda belajar berenang?”” Emm… tidak ada…” lirih professor.”Sia sia sekali hidup Anda ! Kapal ini akan tenggelam!” seru pelaut.
Moral kisah ini… wahai professor tua tolol, boleh saja belajar astronomi, oceanologi, atau meteorology, tapi yang paling penting untuk diketahui seorang pelaut adalah cara berenang.

Demikian pula, hal terpenting untuk diketahui dlm hidup bukanlah mengetahui soal elektronika, mobil, teknologi tapi bagaimana menjaga kepala tetap di atas permukaan air di dalam arus dan gelombang ketidakpastian hidup, namun sudahkah Anda belajar berenang andaikata kapal Anda tenggelam? Ketika Anda kehilangan seluruh harta Anda, bursa saham jatuh, ditinggalkan pasangan, ditinggal mati orang tersayang? Jika belum, maka kecewa dan duka akan meneggelamkan Anda.
Jadi apa yang dimaksudkan dengan berenang?

Mengetahui cara untuk peduli, berwelas asih, mengetahui apa yang benar benar penting dalam hidup. Pada saat itu, Anda tidak akan pernah tenggelam.
Memang masih akan terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Masih akan ada orang yang Anda sayangi meninggal, perpisahan, kehilangan, namun Anda memiliki welas asih luar biasa untuk melepas, kepedulian luar biasa terhadap lingkungan, tidak marah namun memiliki kasih sayang hebat terhadap masa lalu, terhadap masa masa indah yang dijalani bersama, untuk bisa mengucap terima kasih banyak.

Cinta kasih dan welas asih ini adalah apa yang membuka pintu hati menuju kenyataan – kehidupan dan kematian.




Suka banget baca cerita ini, mengingatkan kita betapa sering kita bertindak "seenaknya" pada orang tua kita. Semoga bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

KISAH POHON APEL

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu, anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih."Ayo ke sini bermain-main lagi denganku.", pinta pohon apel itu."Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.", jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."Pohon apel itu menyahut,"Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernahdatang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi.", kata pohon apel."Aku tak punya waktu,", jawab anak lelaki itu."Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?". "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah, tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.", kata pohon apel.Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku.", kata pohon apel."Aku sedih.", kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?""Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian."Maaf anakku", kata pohon apel itu."Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.""Tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.", jawab anak lelaki itu."Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.", kata pohon apel."Sekarang aku juga sudah terlalu tua untuk itu.", jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.", kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata."Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,", kata anak lelaki."Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu pun sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.




Minggu (26/2) waktu Amerika Serikat (AS), perhelatan akbar di dunia perfilman digelar. Academy Awards ke-84 digelar di Khodak Theater, Hollywood.
Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi di industry perfilman. Dan perhelatan ini, tentunya, juga menjadi perhelatan terakbar. Berdiri di anggung Academy Awards sebagai pemenang adalah dambaan seluruh insan perfilman Hollywood.
Lalu, siapa kah insan perfilman yang beruntung menggenggam Piala Oscar ke-84 tahun 2012 ini? Berikut Redaksi Mizan.com telah mendaftar nama-nama kategori dan pemenang Academy Awards 2012.

Best Picture                                    : "The Artist"
Best Director                                   : Michel Hazanavicius - "The Artist"
Best Actor                                       : Jean Dujardin - "The Artist"
Best Actress                                    : Meryl Streep - "The Iron Lady"
Best Supporting Actor                        : Christopher Plummer - "Beginners"
Best Supporting Actress                    : Octavia Spencer - "The Help"
Best Writing - Original Screenplay      : "Midnight in Paris" - Woody Allen
Best Writing - Adapted Screenplay   : "The Descendants" - Alexander Payne, Nat Faxon, and Jim Rash
Best Animated Feature                     : "Rango"
Best Foreign Language Film              : "A Separation"
Best Documentary – Feature             : "Undefeated"
Best Documentary - Short Subject     : "Saving Face"
Best Live Action Short Film               : "The Shore"
Best Animated Short Film                 : "The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore"
Best Original Score                           : "The Artist" - Ludovic Bource
Best Original Song                           : "The Muppets" - "Man or Muppet" by Bret McKenzie
Best Sound Editing                          : "Hugo" - Philip Stockton and Eugene Gearty
Best Sound Mixing                          : "Hugo" - Tom Fleischman and John Midgley
Best Art Direction                            : "Hugo" - Dante Ferretti and Francesca Lo Schiavo
Best Cinematography                      : "Hugo" - Robert Richardson
Best Makeup                                  : "The Iron Lady" - Mark Coulier and J. Roy Helland
Best Costume Design                     : "The Artist"
Best Film Editing                          : "The Girl with the Dragon Tattoo (2011)" - Angus Wall and Kirk Baxter
Best Visual Effects                         : "Hugo" - Rob Legato, Joss Williams, Ben Grossmann and Alex Henning.




Ada kisah inspiratif yang bisa menyentil kita nich, aku sharing yach, moga bermanfaat. Orang Londo sich bilangnya
DON'T JUDGE A BOOK BY ITS COVER... nah kalo orang kebanyakan bilangnya Jangan Lihat cuma luarnya aja hehe..ntar ketipu...
Buat yang senantiasa bilang mau cari yang sesempurna mungkin,  hati-hati yach..
Buat yang  udah ngerasa dapet yang paling sempurna.. Yakin Loe??? hehe
Happy reading Frenzzz..

Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia di sebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama.

Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani, ”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata, ”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata, ”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.” Lalu menikahlah si Lelaki dengan anak ketiga Petani tersebut.

Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya, “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?””

Petani menjawab, ”Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu Ia sudah hamil duluan.....”

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian, kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.




Hari ini mendung, sama seperti hari hari sebelumnya.  Tak sampai berapa lama, gerimis pelan menari mengikat pagi dengan derainya yang mendamaikan.
Hm, tak tergesa, kucoba beranjak  dari kursi malasku. Hari ini aku off, masih tersisa sekelumit  masalah yang memenuhi fikiranku. Agak terganggu, tapi kucoba menepisnya sejenak, paling tidak menepikannya untuk sementara.

Tak ada yang berbeda, bahkan firasatpun tidak, selain  getaran handphoneku yang tak lekas berhenti.
Aku sengaja meniadakan bunyian bila sedang tak ingin diganggu.

Tepat jam 2 siang, handphoneku kembali bergetar, dari  nomor yang sudah tak asing lagi.
Tak siap, kutekan tombol OK dan mendengarkan suara diseberang dengan sedikit penasaran.
Innalillahi wainnalillahirojiun. Ternyata itu khabar duka.Khabar tentang berpulangnya salah satu sahabat terbaikku yang pernah ada. 
Tak banyak yang kudapat darinya, tak sabar kutelfon nomor yang kuingat luar kepala, diangkat oleh seorang pria yang kukenal sebagai suami sahabatku. Ditangah pembicaraan, tak dapat kutahan airmataku.

Mungkin bagi ku, bagi kami, khabar ini terasa begitu tiba-tiba, tapi siapa yang bisa mengira umur manusia ???

Ya Tuhan, masih pantaskah aku memanggilmu sahabat, bahkan sakitmupun aku tak pernah tahu.
masih benarkah kita berteman, bila  sekedar bertukar khabarpun terasa aneh kita lakukan.
Entahlah, di hatiku, kau masih tetap sahabat terbaikku, dan aku tak pernah ragu itu.

Buat sahabatku, yang sekarang telah tenang dalam dekapanNya, semoga kau bahagia ditempatmu yang baru.
Semoga kau memaafkan ketidaktahuanku dan ketidakpedulianku.



Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap.

Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi.
Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."
Tuhan menjawab: "Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."



Alhamdulillah dari 110 naskah yang masuk, dan melewati eliminasi 1 dan 2, plus deg2kan nunggu hasil finalnya...
Huuray.. namaku ada di nomer pamungkas dan siap dibukukan.
Thank God.. its worth....
makin semangat.. untuk menulis lagi dan menulis lagi...

PENGUMUMAN FINAL CURCOL-1 'PENGAKUANKU'

Selamat pagi Sahabat Inspirasi-Ku semuanya… Gimana kabar sahabat, masih semangat berkarya kan?Yap.. bagus.. meskipun sahabat menemui sesuatu yang kadang tidak sesuai dengan harapan sahabat, semangat tidak boleh pudar. Seperti beberapa hari yang lalu, saya banyak mendengar keluhan begitu pengumuman eliminasi diposting. Beberapa nama yang muncul di situ langsung mengutarakan kekecewaannya. Bahkan ada yang menunjukkan sikap patah semangat. Jangan sahabat! Sebab pengumuman eliminasi kemarin itu ditujukan bukan untuk mematahkan semangat berkarya, tetapi justru sebaliknya.

Mengetahui tidak lolos lebih awal itu akan lebih baik karena kita menjadi tahu kualitas tulisan kita, di mana letak kekurangannya dan evaluasi kenapa panitia tidak memilih naskah kita. Bahkan bila perlu tanyakan kepada panitia kenapa naskah sahabat tidak lolos. Mungkin metode pengumuman seperti ini pula yang membuat minat mengikuti Curcol-2 terlihat berkurang (mudah-mudahan sih di hari terakhir DL naskah bisa membludak seperti Curcol-1). Saya salut dengan sahabat-sahabat yang begitu mengetahui naskahnya tidak lolos, langsung beraksi : merevisi dan mengirimkan naskahnya ke event lain yang mungkin temanya relevan, atau yang tidak mengisyaratkan tema tertentu. Kecewa mungkin ada, dan itu sangat manusiawi, tetapi mereka mampu mengendalikannya dan merubahnya menjadi peluang baru. Tidak menutup kemungkinan naskah sahabat lolos di event lainnya.

Coba bayangkan kalau pengumumannya baru muncul satu bulan kemudian dan kita tidak lolos? Sudah menunggu lama, naskah mau dimasukkan ke event lain pun mungkin ada yang terlewat DL. Nah, setelah proses Eliminasi I & II tersisa 40 naskah yang melalui tahap penggodogan. Terus terang berat sekali memilih dan memilah 40 naskah ini. Apalagi saya harus memilih 15 saja diantaranya untuk dijadikan naskah pilihan. Maka tahap awal saya pangkas menjadi 2 sehingga 20 naskah dieliminasi. Dan sisanya saya baca ulang beberapa kali karena saya harus memilih 3 pemenang, sekaligus menggeser 5 lagi untuk dieliminasi. Semakin berat!.

Sebelum saya sampaikan hasil akhirnya, saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada semua peserta yang berkenan berbagi rahasia yang mungkin selama ini sahabat pendam. Ini bisa jadi cukup berat, tetapi pada akhirnya bisa menjadi jalan untuk meringankan beban yang selama ini dipendam. Semoga saja begitu. Saya juga ingin menyampaikan bahwa tidak ada satupun naskah yang jelek. Semua naskah sangat inspiratif karena saya yakin ditulis dengan segenap hati dan perasaan. Apalagi beberapa naskah kaya akan metapora dan gaya bertutur yang puitis. Indah, dan sangat menakjubkan.

Tetapi, kembali, hanya 15 naskah saja yang harus diambil. Dan inilah para pemenang dan peserta yang lolos dalam CURCOL-1 ‘PENGAKUANKU’ ini :
 Pemenang 1    :    Fanny Y
 Pemenang 2   :    Muhammad Abdurrahman
 Pemenang 3   :    Petra Shandi

Dan 12 Peserta lainnya ialah :
1.  Apriliana Wakhidah
2. Emma Marlinah
3. Endah Tri Anomsari
4. Endang SSN
5. Erma Rostiana
6. Hermawan W Saputra
7. Nina Rahayu Nadea
8. Sukron jayadi
9. Tha Artha
10.Wahyu Susanto
11. Wirasatriaji
12.Yunita Hentika   

Selamat kepada para pemenang dan berikut hadiah yang bisa sahabat terima :
Hadiah Lomba : 
*   Juara 1 : Uang Tunai Rp. 50.000,- + Paket Buku (tdk bisa memilih) + Disc 30% pembelian di RBPI (maksimal 3 kali transaksi)
** 
Juara 2 : Paket Buku (tdk bisa memilih) + Disc 30% pembelian di RBPI (maksimal 3 kali transaksi)
*** Juara 3 : Paket Buku + Disc 30% pembelian di RBPI (maksimal 2 kali transaksi)*

12 FF pilihan lainnya mendapatkan discount 30% untuk pembelian di RBPI (maksimal 2 kali transaksi) Silakan Inbox alamat untuk pemenang 1-3 (dan nomor rekening untuk pemenang 1)Dan silakan manfaatkan voucher discount 30% belanja di RBPI (hanya untuk pemenang, tidak bisa diwakilkan dan dicairkan dalam bentuk uang) dengan masa berlaku s/d 30 Juni 2012 15 naskah ini akan digabung dan dibukukan dengan naskah pemenang Curcol 2 s/d 4.
Dan para pemenang masih bisa mengikuti edisi Curcol-curcol berikutnya.




Episode Rindu mengharu Biru

Ada perasaan nyeri yang sulit disingkirkan ketika bayangan kalian menyergapku tanpa  jeda.

Sepi, mungkin itulah yang bisa mewakili perasaanku saat ini. Seolah terkurung dalam sangkar yang mirisnya tlah kubangun sendiri. Bilakah rasa ini menemukan muaranya, tuk sekedar melepas beban yang melanda...?

Ah rasa, masih saja   perih setiap kali aku mengingatnya.
Gundah, mungkin itulah yang paling tepat menggambarkannya.

Teringat aku akan sebuah kisah, yang rasanya baru saja meninggalkan jejaknya, yang masih terasa  basah. Kisah ketika setangkup  bahagia menjadi bagian canda kita. Tak ada diksi, tak ada metafora, semuanya nyata. Bahagiaku melihat  wajah-wajah itu, wajah yang selalu mengirimkan sinyal rindu untuk segera bertemu. Ah, akankah  waktu kembali berbaik hati, mempertemukan kita kembali  dalam rasa yang terjaga, penuh cinta pastinya dan segera.

Tak sabar rasanya menunggu musim itu tiba,  musim dimana semua seakan berlomba kembali ke asalnya. Tak peduli betapa jauhnya, mereka pasti akan menemuinya. Sebuah tempat dimana masa kecil seolah penuh dengan tawa gembira, penuh kenangan indah, yang senantiasa membekas di indahnya jiwa.

Tunggu aku.... tunggu kami...
Bila waktu berbaik hati dan Allah meridhoi, rindu ini akan segera menemukan senyumnya.

Untuk Mami,  Papi, dan 4 adekku tersayang Ucin, Dedek, Pipit dan Ayu... u r my everything


Total Tayangan Halaman

Popular Posts

www.penulistangguh.com. Diberdayakan oleh Blogger.